|
Labaik Allah huma labaik, labaik sarikalakala labaik, inal hamda wanikmata laka wal mulk la sarikala. Lafaz yang berarti "aku datang memenuhi pangilan Mu ya Allah", itu bakal menyelimuti udara Kota Medan, seiring masuknya jemaah calon haji asal Kabupaten Labuhanbatu yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) I embarkasi Polonia. Jutaan umat Muslim di dunia bakal memenuhi Mekah untuk berupaya melihat dan beribadah secara langsung di sekitar Ka'bah. Berdasarkan sejumlah informasi, Ka'bah merupakan kiblat shalat umat Islam. Berbentuk kubus, Ka'bah merupakan bangunan utama di atas bumi yang digunakan untuk menyembah Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an, Surat Ali Imran ayat 90, yang artinya, "Sesungguhnya permulaan rumah yang dibuat manusia untuk tempat beribadah adalah rumah yang di Bakkah (Mekah), yang dilimpahi berkah dan petunjuk bagi alam semesta".
Ka'bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul 'Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dibangun berupa tembok segi empat berbahan batu-batu besar dari gunung-gunung di sekitar Mekah, dasar fondasinya sangat kokoh. Dinding-dinding sisi Ka'bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap, kecuali satu dinding yang diberi nama "Rukun Hajar Aswad".
Keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut, sebelah utara Rukun Iraqi (Irak), sebelah barat Rukum Syam (Suriah), sebelah selatan Rukun Yamani (Yaman), dan sebelah timur Rukun Aswad (Hajar Aswad). Keempat sisi Ka'bah ditutup dengan selubung yang dinamakan Kiswah. Sejak zaman Nabi Ismail, Ka'bah sudah diberi penutup berupa Kiswah ini. Saat ini, Kiswah terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas. Dalam setahun, Ka'bah dicuci sebanyak dua kali, yaitu pada awal Dzul Hijjah dan awal Sya'ban, sedangkan Kiswah diganti sekali dalam setahun.
GLOBAL | BERBAGAI SUMBER |