Burung Kehilangan Daya Melihat Saat Senja E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Ari Julianto   
Wednesday, 18 November 2009 09:37

Penelitian yang dilakukan Lund University Vision Group menunjukkan bahwa daya penglihatan warna pada burung berkurang saat mendekati senja. Mereka menyimpulkan bahwa burung membutuhkan antara 5 sampai 20 kali lebih banyak cahaya dibanding manusia untuk melihat warna.


Sebagaimana diberitakan Science daily, Rabu (16/11) disebutkan, para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa burung memiliki penglihatan warna yang lebih sempurna ketimbang manusia.


Burung mampu melihat dua kali lebih banyak warna dan sinar ultraviolet. Namun, satu hal yang tidak diketahui adalah jumlah cahaya yang diperlukan burung dalam menangkap warna sehingga membatasi validitas dari semua penelitian tentang penglihatan warna hanya saat sinar matahari cerah.


Olle Lind, doktor dari Department of Cell and Organism Biology di Lund University menjelaskan, "Dengan menggunakan eksperimen perilaku burung, kami dapat menunjukkan bahwa burung kehilangan kemampuan dalam melihat warna saat senja dan betapa banyak cahaya yang diperlukan baginya untuk dapat menafsirkan sinyal warna."


Sementara, bagi manusia dan kuda, penglihatan warna berhenti bekerja setelah senja pada intensitas cahaya sesuai dengan terang cahaya bulan. Namun, ambang batas cahaya tidak sama bagi semua hewan vertebrata.


Dalam percobaan yang dilakukan oleh Lund University Vision Group, daya penglihatan warna burung berhenti bekerja pada intensitas cahaya rendah begitu matahari terbenam. Sejauh ini, di antara semua vertebrata yang telah diuji burung adalah makhluk pertama yang paling cepat kehilangan ketajaman warna saat senja, meskipun mereka adalah vertebrata yang mungkin memiliki kemampuan melihat warna terbaik di saat siang hari.


Hasil temuan para ilmuwan ini menyimpulkan bahwa burung menggunakan visi warna mereka pada waktu fajar dan senja. Selain itru, pentingnya warna ketika telur atau bayi menetas di sarang yang tertutup. Di dalam sarang, bayi burung tertutup gelap bahkan ketika matahari cerah. Kesimpulan temuan ini dipaparkan dalam Journal of Experimental Biology pekan ini.

 

ARI JULIANTO | GLOBAL

Comments (0)
Share
Last Updated on Wednesday, 18 November 2009 10:53