|
Written by Redaksi Web
|
|
Friday, 30 July 2010 06:31 |
|
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, mendesak pemerintah segera menarik 45 juta paket perdana elpiji ukuran 3 kg yang telah dibagikan ke masyarakat. Hal itu untuk menghindari lebih banyak korban berjatuhan akibat ledakan tabung subsidi tersebut. "Tarik 45 juta tabung beserta aksesorisnya. Apa kita mau tunggu korban terus berjatuhan? Karena kita tidak tahu kapan tabung-tabung ini akan meledak," sebutnya dalam diskusi di Megawati Institute, Jalan Proklamasi No 53 Jakarta Pusat, Kamis (29/7). Ia menyatakan, pemerintah harus menarik seluruh tabung tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Mengenai biaya pergantiannya, Agus menegaskan, hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah. "Biayanya harus dari pemerintah, karena mereka kan yang paksa rakyat beralih ke elpiji 3 kilogram," ujarnya.
Untuk penarikan paket perdana tersebut dibutuhkan peran serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) karena dengan otoritasnya ia bisa menugaskan camat dan lurah untuk memercepat proses penarikan 45 juta paket perdana elpiji tersebut. "Sekarang jangan cuma rapat-rapat saja. Tapi buktinya belum ada hasilnya," kritiknya.
DETIK | GLOBAL | JAKARTA |
| Share |