|
Keluarga dari korban kecelakaan pesawat di Pakistan masih terus berusaha mencari sanak keluarga mereka. Bersama dengan tim penyelamat, mereka menerobos hujan yang disertai lumpur serta permukaan bukit yang licin tempat lokasi jatuhnya pesawat.
Pesawat berjenis Airbus A321 milik maskapai penerbangan Airblue ini jatuh di areal perbukitan yang mengelilingi Ibukota Pakistan, Islamabad hari Rabu 28 Juli. 152 penumpang pesawat tersebut dipastikan tewas seluruhnya. Puing-puing pesawat nahas itu tampak tersebar luas disisi bukit yang masih dilanda hujan.
Pihak otoritas penerbangan sipil Pakistan mengatakan jika pesawat itu sempat diperintahkan untuk mencari alternatif lain, saat hendak mendarat. Namun pada akhirnya pesawat itu keluar dari jalur terbangnya. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (29/7).
Militer Pakistan yang ditemani warga sipil tampak terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat, namun kondisi alam yang berat mempersulit proses pencarian dari korban. Helikopter bahkan tidak dapat melalui wilayah udara dari lokasi kecelakaan, menyusul hujan deras dan kabut tebal yang melanda wilayah perbukitan tersebut.
Puluhan anggota dari keluarga korban tampak menginap di rumah sakit terbesar di Islamabad, mereka berharap dapat mengenali tiap jenazah dari penumpang maskapai Airblue itu. Hingga kini kotak hitam dari pesawat masih belum dapat ditemukan. Pihak penyelidik tentunya berusaha keras untuk mendapatkan penyimpan data rekaman penerbangan tersebut, mengingat kotak hitam tersebut dapat membuka penyelidikan penyebab pasti dari jatuhnya pesawat tersebut.
Pemerintah Pakistan sendiri menepis anggapan jika pesawat ini jatuh akibat serangan teroris. Pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) memastikan jika dua warga mereka turut menjadi korban dalam kecelakaan maut ini. Pemerintah Pakistan menyatakan jika hari ini dinyatakan sebagai hari berkabung untuk mengenang para korban tewas.
AP-BBC | GLOBAL | ISLAMABAD |